E-learning dan budaya pendidikan

November 6, 2009 at 20:59 | Posted in Lain-Lain | Leave a comment
Tags: , , , , ,

Halo sahabat 4sekolah, seperti kita ketahui bersama bahwasannya pendidikan non-formal menjadi hal yang sangat di gandrungi, karena mungkin jarak, waktu, dan kemudahan yang di tangani oleh dunia pendidikan dan siswanya. Lalu apa sih sebetulnya elearning itu? Ada beberapa versi dan mempunyai sifat yang sama,

A. Menurut Allan J. Henderson, e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning Question and Answer Book, 2003).
B. William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet)

Mengenai kelebihan dan kekurangan elearning adalah :

A. Kelebihan E-learning
1 . Kelebihannya yaitu peserta didik dapat merasa senang dan tidak bosan dengan materi yang diajarkan karena menggunakan alat bantu seperti video, audio dan juga dapat menggunakan alat bantu seperti komputer bagi sekolah yang sudah mempunyai peralatan komputer.
2. Dengan kontennya yang bervariasi, interaksi yang menarik, pemberian feedback yang langsung, dapat memperbaiki tingkat pemahaman dan daya ingat seseorang akan pengetahuan yang disampaikan.
3. Fasilitas kerjasama online yang dimiliki E-learning memudahkan berlangsungnya proses transfer informasi dan komunikasi.
4. Administrasi dan pengurusan yang terpusat memudahkan dilakukannya akses dalam operasionalnya.
5. Pembelajaran dengan dukungan teknologi internet membuat pusat perhatian dalam pembelajaran tertuju pada pembelajar, dan tidak bergantung sepenuhnya pada pengajar.

B. Kekurangan e-learning

Guru banyak yang belum siap menggunakan metode e-learning dan masih
mengajar menggunakan metode ceramah serta belum terampil menggunakan fasilitas seperti video dan komputer.

Oleh karena itu pembelajaran elearning seharusnya berlandaskan kepada 3 kriteria, diantaranya :

1. e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui,
menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi,
2. pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan
Menggunakan teknologi internet yang standar,
3. memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di
Balik paradigma pembelajaran tradisional.

Selain faktor-faktor diatas, kita juga perlu sekali membudayakan hal ini, sebagian dari beberapa tempat banyak beberapa dosen, guru, staff yang manja🙂, meliputi “tidak adanya biaya tambahan, tidak ada komputer, lambat, dll ” sebetulnya ini bisa di lakukan dengan mencatat log “Log login dan log pada saat memberikan materi dengan di kalikan jumlah uang” he2, lagi-lagi harus di pacu dengan uang, bukan kesadaran dan kebutuhan…

Bagi sekolah yang mengaku sekolah berbasis TIK masih terjebak pada peningkatan pengadaan komputer, pembangunan Laboratorium komputer, Ruang Multimedia , dan pengadaan internet. Pengembangan kurikulum TIK , program muatan lokal dan pembelajaran lainnya belum mengembangkan pembelajaran berbasis TIK dengan menyelenggarakan model pembelajaran e-learning.

Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru untuk menyelenggarakan model pembelajaran e-learning. Yaitu :

(1) Kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaedah-kaedah paedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelelajaran.
2) Penguasaan TIK dalam pembelajaran yakni pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang up to date dan berkualitas.
(3) Penguasaan materi pembelajaran sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.

E-learning memberikan cara alternatif untuk belajar. Pemanfaatan e-learning secara optimal pun tergantung dari beberapa kondisi yang perlu dipenuhi. Namun, apa pun cara belajar yang dipilih, semua berpulang kepada si pembelajar. Tanpa komitmen dan kendali diri, tak ada satu cara belajar pun yang akan berhasil. Serta SDM yang harus terus di latih dan di berikan pelatihan-pelatihan dengan mendatangkan tenaga profesional.

Dalam ruang kelas virtual Moodle kita memiliki keleluasaan untuk mengatur (setting) ruang kelas tersebut dengan dengan menambahkan bahan ajar, membuat forum diskusi, menambahkan ruang chat, memberikan tugas, memberikan nilai, melihat log history aktifitas mahasiswa, dan sebagainya.

Ruang kelas yang belum mengalami pengaturan apapun akan tampak kosong dan hanya berisi beberapa blocks yang dapat kita gunakan untuk mengelola ruang kelas tersebut. Blocks-blocks tersebut di antaranya sebagai berikut:

1. Blocks People, pada blocks ini tersedia pilihan/tautan partisipan. Partisipan adalah orang orang yang terlibat dalam kelas pada matakuliah ini seperti dosen (teacher), mahasiswa (student), pembuat mata kuliah (course creator) dan lain sebagainya.

2. Blocks Search Forum, fasilitas yang digunakan untuk mencari forum diskusi.

3. Blocks Administration, adalah blocks menu navigasi yang sangat penting untuk

mengelola kelas virtual.

4. Block Courses Categories, adalah blocks yang menyajikan daftar matakuliah yang di pegang/ampu atau diikuti.

5. Block Latest News, adalah blocks yang menyajikan berita aktual dari situs tersebut.

6. Blocks Upcoming Events, adalah blocks yang digunakan untuk menampilkan event-event yang akan datang, misalnya disini kita dapat meng-agendakan kapan pelaksanaan ujian tengah semester, ujian akhir semester dan kegiatan – kegiatan lainnya

7. Blocks Recent Activity, adalah blocks yang menyajikan daftar aktivitas terkini dalam situs tersebut

Blocks-blocks tersebut sebenarnya dapat kita atur sedmikian rupa dari segi tata letaknya, apakah mau disimpan di sebelah kiri atau kanan, atas atau bawah. Bahkan kita juga dapat menambahkan atau mengurangi blocks-blocks yang ada tersebut, dengan terlebih dahulu meng-klik tombol “Turn editing on” atau “Aktifkan mode ubah”

Dalam mengelola kelas virtual di aplikasi Moodle, ada blocks yang sangat berperan penting dalam mengelola kelas virtual ini, yakni Administration Block. Dalam blocks tersebut terdapat beberapa menu yang berguna dalam pengelolaan ruang kelas virtual ini, menu-menu tersebut antara lain:

1. Turn Editing On, berperan untuk mengaktifkan fasilitas yang dapat mengubah atau mengedit konten.

2. Settings, adalah menu yang dapat digunakan untuk mengubah tampilan dan setting kelas virtual.

3. Assign Roles, adalah menu yang digunakan untuk menentukan peran seseorang dalam kelas virtual ini. Apakah perannya sebagai dosen atau mahasiswa atau yang lainnya.

4. Groups, adalah menu yang digunakan untuk membuat group dari peserta dalam matakuliah tersebut.

5. Backup, adalah menu untuk memback-up data dalam kelas yang bersangkutan.

6. Restore, adalah menu yang dapat digunakan untuk mengembalikan data pada kelas sebelumnya/kelas yang lama

7. Import, adalah menu navigasi yang digunakan untuk memindahkan data dari matakuliah yang sedang kita ajar.

8. Reset, digunakan untuk memindahkan data user dari matakuliah yang bersangkutan atau dengan kata lain me-reset kelas virtual tersebut, menjadi kelas virtual yang masih baru (data-data kembali dikosongkan).

9. Reports, berperan dalam memberikan gambaran (report) aktivitas yang telah terjadi dalam kelas matakuliah tersebut.

10. Questions, menu ini akan mengarahkan anda ke halaman bank soal yang telah dibuat. Selain itu, melalui menu ini akan dihasilkan pertanyaan pertanyan untuk membuat quiz pada matakuliah yang bersangkutan.

11. Scales, pada menu ini, pengajar atau teacher diperbolehkan untuk membuat skala penilaian (Misalnya: Istimewa, Baik, Cukup dll)

12. Files, yaitu menu navigasi yang membolehkan pengajar/teacher untuk mengunggah atau melihat file-file yang berada disana.

13. Grades, adalah menu navigasi untuk menampilkan daftar nilai kuis atau tes dari setiap mahasiswa yang mengikuti matakuliah yang bersangkutan.

Pengelolaan bahan ajar menjadi hal terpenting dalam kelas virtual Moodle ini. Semua bahan ajar harus dalam format digital atau dalam bentuk file, dan diusahakan tidak dalam ukuran yang terlalu besar agar mudah diunduh. Seorang dosen dapat menyampaikan bahan ajar berbentuk halaman web, teks, animasi, presentasi, bahkan film-film pendek, dengan catatan ada plugin tambahan yang mendukung diputarnya film tersebut, misalnya media player atau quick time.

Ada beberapa cara yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar dalam kelas virtual ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Compose a text page, disini seorang dosen atau pengajar hanya diperbolehkan membuat bahan ajar yang berbentuk teks saja. Sehingga untuk menambahkan gambar atau yang lainnya tidak memungkinkan dilakukan disini. Hal ini dilakukan untuk mempercepat dalam proses pengunduhan.

2. Compose a web page, pada bagian ini seorang dosen dapat menyampaikan bahan ajarnya dalam bentuk halaman web, sehingga gambar, tabel atau link dan lain sebagainya dapat digunakan disini

3. Link to a file or web site, pada bagian ini dosen dapat membuat bahan ajar yang bentuknya link/tautan ke halaman website yang lainnya ataupun tautan ke file. File-file yang dapat dijadikan link diantaranya yaitu file yang berekstensi: .doc/.docx.ppt/pptx, .xls/.xlsx, pdf, swf, mov dan lain sebagainya.

4. Display a directory, adalah bagian yang digunakan untuk membuat directory dari file file yang disertakan dalam kelas virtual ini.

Selamat menikmati perubahan budaya elearning, selamat mencoba ya

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: